Rabu, 16 Mei 2012 12:00
Cara Sedrhana Melatih Berfikir Kreatif
Rabu, 9 Mei 2012 12:00
Jagoan Indonesia
Rabu, 2 Mei 2012 12:00
Asal mula duabelas shio binatang
Rabu, 18 April 2012 12:00
Cerita Rakyat Keong Mas
Senin, 16 April 2012 12:00
Anak Cerdas China-Brasil Bersikeras Dia Tidak Jenius
Rabu, 11 April 2012 12:00
Olahraga Bareng Yuuk! (Part 1)
Senin, 9 April 2012 12:00
Korea Kesukaan Maya
Kamis, 5 April 2012 12:00
Mama Adi Sakit
Senin, 2 April 2012 12:00
Bu Guru Pilih Kasih
Selasa, 27 Maret 2012 12:00
Pidato Bahasa Inggris.. Berani??
Senin, 26 Maret 2012 12:00
ROMANSA ADI-MAYA
Rabu, 21 Maret 2012 12:00
Cendol Mang Udin vs. Keripik Maknoh
Selasa, 20 Maret 2012 12:00
CAPEK EKSKUL?! ENGGA DOONG!^^
Senin, 19 Maret 2012 12:00
Maya Resah Hati
Kamis, 15 Maret 2012 12:00
Di Beda - bedakan
Selasa, 13 Maret 2012 12:00
Benjol Karena Begadang
Senin, 12 Maret 2012 12:00
Cerita si Adi yang Pelupa
, 11 Maret 2012 12:00
10 Hal Serba Pertama di Dunia Internet
Kamis, 8 Maret 2012 12:00
NTB Sosialisasi Internet Sehat & Aman
Selasa, 6 Maret 2012 12:00
Asal Usul Danau Toba
Jumat, 2 Maret 2012 12:00
Kucing yang terlupakan
Senin, 27 Februari 2012 12:00
Raja Sabar yang Cerdik
Jumat, 17 Februari 2012 12:00
Si Pelit
Jumat, 17 Februari 2012 12:00
Si Pelit
Jumat, 2 Desember 2011 12:00
Aktivitas Menyenangkan di Musim Dingin
Index Berita >>
Senin, 27 Februari 2012 12:00
Raja Sabar yang Cerdik
|
Alkisah, ada sebuah negeri yang selalu mengganti rajanya setiap tahun. Selama setahun, raja akan hidup mewah dan dilayani rakyatnya. Setelah itu, sang raja diantar ke sebuah pulau terpencil. Itulah saat yang menyedihkan.
Suatu hari, seorang pemuda bernama Sabar datang ke negeri itu. Sabar pun ditawari menjadi raja. Sabar setuju. Setelah tiga hari menjadi raja, Sabar meminta diantar ke pulau. Ternyata, di pulau itu terdapat hutan lebat dan penuh binatang buas. Semua raja yang dikirim ke pulau itu, sudah meninggal akibat dimakan binatang buas.
Diam-diam Raja Sabar mengumpulkan 100 lelaki terkuat di negeri itu. Mereka diupah untuk menyingkirkan binatang buas dan membuka hutan di pulau itu. Lalu, mereka membuat rumah, lahan pertanian, dan peternakan. Pulau itu berubah menjadi tempat yang menyenangkan.
Akhirnya, tahun pun berganti. Raja Sabar menghadapi acara perpisahan dengan senyum dan tawa. Tentu saja rakyat menjadi heran. “Mengapa Anda bergembira saat perpisahan ini? Raja-raja sebelumnya pasti akan menangis!”
Raja Sabar menjawab. “Raja-raja sebelumnya hidup dalam kemewahan dan mereka menangis ketika meninggalkannya. Akan tetapi, aku selalu berpikir dan merencanakan masa depanku. Aku telah mengubah pulau pembuangan yang terpencil itu menjadi sebuah tempat yang indah dan nyaman. Kini aku bisa tinggal di pulau itu dengan tenang.”
Cerita di atas berpesan agar kita selalu merencanakan hidup atau masa depan kita. Tidak hanya untuk kehidupan di dunia, tapi untuk kehidupan di akhirat nanti.





