Rabu, 16 Mei 2012 12:00
Cara Sedrhana Melatih Berfikir Kreatif
Rabu, 9 Mei 2012 12:00
Jagoan Indonesia
Rabu, 2 Mei 2012 12:00
Asal mula duabelas shio binatang
Rabu, 18 April 2012 12:00
Cerita Rakyat Keong Mas
Senin, 16 April 2012 12:00
Anak Cerdas China-Brasil Bersikeras Dia Tidak Jenius
Rabu, 11 April 2012 12:00
Olahraga Bareng Yuuk! (Part 1)
Senin, 9 April 2012 12:00
Korea Kesukaan Maya
Kamis, 5 April 2012 12:00
Mama Adi Sakit
Senin, 2 April 2012 12:00
Bu Guru Pilih Kasih
Selasa, 27 Maret 2012 12:00
Pidato Bahasa Inggris.. Berani??
Senin, 26 Maret 2012 12:00
ROMANSA ADI-MAYA
Rabu, 21 Maret 2012 12:00
Cendol Mang Udin vs. Keripik Maknoh
Selasa, 20 Maret 2012 12:00
CAPEK EKSKUL?! ENGGA DOONG!^^
Senin, 19 Maret 2012 12:00
Maya Resah Hati
Kamis, 15 Maret 2012 12:00
Di Beda - bedakan
Selasa, 13 Maret 2012 12:00
Benjol Karena Begadang
Senin, 12 Maret 2012 12:00
Cerita si Adi yang Pelupa
, 11 Maret 2012 12:00
10 Hal Serba Pertama di Dunia Internet
Kamis, 8 Maret 2012 12:00
NTB Sosialisasi Internet Sehat & Aman
Selasa, 6 Maret 2012 12:00
Asal Usul Danau Toba
Jumat, 2 Maret 2012 12:00
Kucing yang terlupakan
Senin, 27 Februari 2012 12:00
Raja Sabar yang Cerdik
Jumat, 17 Februari 2012 12:00
Si Pelit
Jumat, 17 Februari 2012 12:00
Si Pelit
Jumat, 2 Desember 2011 12:00
Aktivitas Menyenangkan di Musim Dingin
Index Berita >>
Jumat, 17 Februari 2012 12:00
Si Pelit
Ceritakecil
|
Seorang yang sangat pelit mengubur emasnya secara diam-diam di tempat yang dirahasiakannya di tamannya. Setiap hari dia pergi ke tempat dimana dia mengubur emasnya, menggalinya dan menghitungnya kembali satu-persatu untuk memastikan bahwa tidak ada emasnya yang hilang. Dia sangat sering melakukan hal itu sehingga seorang pencuri yang mengawasinya, dapat menebak apa yang disembunyikan oleh si Pelit itu dan suatu malam, dengan diam-diam pencuri itu menggali harta karun tersebut dan membawanya pergi.
Ketika si Pelit menyadari kehilangan hartanya, dia menjadi sangat sedih dan putus asa. Dia mengerang-erang sambil menarik-narik rambutnya.
Satu orang pengembara kebetulan lewat di tempat itu mendengarnya menangis dan bertanya apa saja yang terjadi.
"Emasku! oh.. emasku!" kata si Pelit, "seseorang telah merampok saya!"
"Emasmu! di dalam lubang itu? Mengapa kamu menyimpannya disana? Mengapa emas tersebut tidak kamu simpan di dalam rumah dimana kamu dapat dengan mudah mengambilnya saat kamu ingin membeli sesuatu?"
"Membeli sesuatu?" teriak si Pelit dengan marah. "Saya tidak akan membeli sesuatu dengan emas itu. Saya bahkan tidak pernah berpikir untuk berbelanja sesuatu dengan emas itu." teriaknya lagi dengan marah.
Pengembara itu kemudian mengambil sebuah batu besar dan melemparkannya ke dalam lubang harta karun yang telah kosong itu.
"Kalau begitu," katanya lagi, "tutup dan kuburkan batu itu, nilainya sama dengan hartamu yang telah hilang!"
Harta yang kita miliki sama nilainya dengan kegunaan harta tersebut.





